Friday, March 17, 2017

Pemilihan bibit adalah sebuah cikal bakal ide awal yang sangat penting

Ada saatnya kita harus memilih sebuah dari berbagai pilihan yang ada. Sebagai contoh disaat kita harus memilih bibit-bibit unggul. Semua mirip dan hampir sama. Secara kualitas dan penampakannya. Namun kita tidak akan pernah tahu mana yang terbaik dan akan tumbuh dengan baik pula.
Sebagai contoh sewaktu memilih bibit buah alpukat untuk dijadikan pohon dihalaman rumah saya. dari beberapa alpukat yang sudah saya sortir berdasarkan kualitas buah yang telah dimakan, serta penampakan biji buahnya saya pilih tiga yang terbaik.
Namun ternyata dari ketiga biji bibit tersebut hanya satu yang berhasil tumbuh. Yang dua lainnya belum menampakkan pertumbuhan sama sekali.
Apa yang salah... nah disinilah... Kita tidak akan tahu sebelum melihat hasilnya minimal selama sebulan.

Analogi ini saya gunakan untuk berpikir tentang bisnis. Bisnis yang saat ini mulai saya tumbuh kembangkan lagi yaitu bisnis online. Ada beberapa pilihan telah terlintas dan tercatat di buku harian saya.
Namun semua memang harus di coba. Maka saya memulai dengan tiga buah model bisnis yang mirip. Semoga minimal satu yang berhasil.

Kembali ke ide bibit. Dalam falsafah jawa ada istilah BIBIT, BOBOT, BEBET.
Ternyata tidak bisa dipungkiri bahwa pemilihan awal bibit sangat berpengaruh di kemudian hari.
Apasih maksud dari bibit, bobot, bebet itu?

Beberapa orang terutama suku jawa pasti pernah bahkan sering mengenal ketiga istilah ini. Di sini saya tidak akan menjelaskan berdasarkan pemahaman yang sering dihubungkan dengan perjodohan atupun perkawinan.
Sebab bibit, bobot, bebet ini akan sangat berarti luas dalam kehidupan kita sehari-hari. Berdasarkan diskusi dengan guru saya di masa kuliah di Yogyakarta dulu. Ketiga hal ini bisa dijadikan arti yang meliputi berbagai hal kehidupan kita.
Pada pemilihan bibit alpukat #avocado ini, saya jadi teringat bahwa :
BIBIT adalah pemilihan kita pada pilihan yang sulit dan kita tidak pernah tahu apakah bibit itu bagus atau tidak. Karena semua terlihat dari turunan ide dan turunan sesuatu hal yang bagus. Asumsinya bahwa semua pasti nanti akan bagus. Walaupun belum tentu bibit bagus tersebut akan tumbuh dengan baik.
BOBOT adalah berat. Ya berat sebuah biji alpukat yang bagus bisa menjadi pertimbangan. Bila dibandingkan dengan manusia. Bobot dapat diartikan sebagai kualitas manusia itu sendiri. Yaitu tingkat pendidikannya, sifat-sifat kebaikannya dan prilakunya sehari-hari. Bila secara general orang itu mempunyai pendidikan tinggi, sifatnya baik, taat beragama dan prilaku sehari-harinya juga baik. Dikatakan bahwa orang tersebut mempunyai bobot yang tinggi.
BEBET adalah sebuah kesimpulan dari kesiapan segala sesuatu. Dalam perjodohan biasanya orang mengatakan tentang kesiapan secara finansial, namun menurut guru saya bukan sesederhana itu. Karena bebet lebih pada faktor lingkungan di sekitar. Bila lingkungan tempat bibit tadi hidup baik. Kemungkinan segala sesuatunya di masa depan akan menjadi baik pula. Kembali kepada bibit alpukat tadi. Bila lingkungan dan tanah tempat ia tumbuh sangat subur, baik, terawat, serta mendapatkan gizi yang cukup. Dapat dikatakan bahwa bebetnya baik.

Maka menurut saya.. ingatlah bahwa bibit, bobot dan bebet cukup penting. minimal satu hal harus terpenuhi. sebab walaupun bibitnya kurang baik namun seseorang mau belajar dan meningkatkan bobotnya maka akan menjadi bagus. Dan bila bibit nya kurang baik, bobotnya rendah, namun bebetnya bagus, artinya hidup dilingkungan yang baik maka suatu saat nanti secara general bibit tersebut akan menjadi berubah perlahan menjadi baik pula.