Monday, May 8, 2017

Cara Aku Mengenal dan Bertemu yang berKuasa

Hallo....

"Kamu tidak kenal saya?"
Lah.. memangnya kamu siapa?
"Tahukah kamu, aku itu Yang berKuasa di sini?"
oooh.. ya maaf, saya tidak tahu dan tidak kenal kamu.

"Kamu tahu tidak, bahwa tempat kamu terlahir di bumi ini ada yang Kuasa".
Saya baru, belum lama lahir, ya.. jadi tidak tahu..
"Bapak, ibumu mengajari apa ke kamu?"
saya hanya diberitahu, bahwa di bumi ini ada yang Kuasa,
dan saya harus menyembahnya..
"Sudah tahu caranya?"
Ya caranya itu-itu saja yang saya tahu.
Memang salah ya?

"itu urusan aku yang kuasa yang bilang salah atau benar"

Kok gitu...
"terserah saya, wong semua yang dibumi ini saya yang menciptakan.
Mau benar, mau salah, itu urusan saya.
Kalau aku tidak suka ya aku hancurkan.
Kalau aku suka ya aku rawat.
Kalau aku suka banget, aku beri hadiah.
kalau lagi iseng, kadang aku cobain,
suka-suka saya. wong saya yang Kuasa."
Maaf ya aku tidak kenal kamu..
tadi tidak menyapa atau menyembahmu. padahal kamu yang Kuasa.

"Kalau aku tidak mau memaafkan kamu terus kamu mau apa"

Ya.. jangan gitu dong.. aku kan sudah minta maaf...

"suka-suka saya... aku kan yang Kuasa.
Kamu yakin? apa yang diajarkan orang tuamu cara menyembahku sudah benar?"
ya harus yakin dong, kan dia orang tuaku..

"kalau salah bagaimana?"
memang salah ya?

"itu urusanku benar atau salah"
terus gimana dong?

"ya kamu harus belajar"
Belajar sama siapa?

"sama orang yang sudah tahu dan kenal aku"
siapa orangnya?

"kamu cari tahu saja sendiri, makin dewasa kamukan bisa mikir"
Kamu kok gitu sich?

" terserah aku kan aku yang Kuasa"
Jangan marah ya kalau aku salah?

" memangnya kenapa? kamu takut kalau aku marah?"
kata bapak-ibuku kalau kamu marah, hidupku akan sengsara..

"uh bapak ibumu dan teman-temannya sok tahu, padahal mereka belum pernah bertemu aku"
Terus.. aku harus bagaimana nich... kamu jangan marah ya.. aku takut.. nich...

"Makanya kamu harus mengenal aku"
Caranya?

"sering-sering ketemu dengan aku yang Kuasa"
lah.. gimana caranya ketemu dengan kamu, wong aku tahu caranya hanya yang bapak-ibuku ajarkan.
Dan tadi bilang bahwa itu sok tahu..
terus tadi lagi bengong.. tahu-tahu kamu datang.
padahal biasanya aku pakai cara bapak ibuku menyembahmu kamu tidak nonggol..
aku panggil-panggil, aku puji-puji... kamu tidak kelihatan.
katanya aku boleh minta... boro-boro dikabulkan. wong ketemu saja tidak pernah.
kadang aku berpikir, apa caranya salah, apa benar yang diajarkan bapak-ibuku.
terus kenapa caranya beda dengan teman-temanku.
aku sendiri tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah.
Nah, sekarang kamu datang tiba-tiba.
Padahal aku sedang tidak mikir apa-apa dan sedang tidak menyembahmu.
Aku jadi bertanya-tanya?
Apa benar kamu yang Kuasa?

"tahu kah kamu kenapa aku datang?"
tidak

"karena aku suka dengan kelakuanmu"
kelakuan yang mana?

"Kelakuanmu yang berbuat baik untuk sesamamu, kamu senang bila melihat orang senangkan?"
Ya jelas,

"bagus, logika saja sederhana. Bila kamu senang melihat orang lain senang begitu juga dengan aku yang Kuasa.
Aku kan membuat Bumi dan isinya ini agar aku senang, sama seperti kamu.
Cuman aneh saja menurut aku. di satu sisi membuat orang yang satu senang.. tapi disaat yang bersamaan ada yang sedih. Aku tidak suka itu. Aku suka bila semua senang, rukun,bahagia.
Mengerti?"

Yam yang kuasa mengerti.

"Sederhana... kan
Berbuatlah baik, sayangi sesamamu, seperti dirimu sendiri.
berbuatlah agar orang lain senang dan bahagia.
Jangan sampai kesenanganmu membuat orang lain sedih.
Semua harus senang dan bahagia"

Susah juga ya?
"memang susah.. tapi ingat aku yang Kuasa, dapat berbuat apa saja.
Aku akan sangat senang bila semua mahkluk di muka bumi ini bahagia dan gembira.
Jangan ada yang disakiti, jangan ada yang ditindas, jangan dan jangan... yang negatif pokoknya"

caranya?
"Gampang... belajarlah dari orang yang sudah mengenal aku"
mencarinya?
"mudah... bila orang itu senang berbuat baik, dan mengasihi sesamanya.. ada kemungkinan dia telah mengenal aku"

kok itu patokannya?
"kan sudah jelas.. kamu tidak senang bila ada orang yang disakiti dan sedih.
Demikian juga dengan aku yang Kuasa."

Terus caraku menyembahmu sudah benar belom?
"itu urusanku... yang penting berbuatlah baik.. OK"

Selamat malam... selamat tidur..

salam. PakBoni.Com